SIM Untuk Orang Asing

•November 17, 2009 • 1 Komentar

SIM bagi orang Asing.
1.Terbatas pada SIM A dan C
2.Tidak diberikan SIM Umum kecuali ada surat ijin dari Depnaker.
3.Harus ada : Lanjutkan membaca ‘SIM Untuk Orang Asing’

UU No. 22 Tahun 2009 (Untuk Sepeda Motor)

•November 17, 2009 • 1 Komentar

UU No. 22 Tahun 2009 (Untuk Sepeda Motor)

PENGENDARA SEPEDA MOTOR
a. lampu
Tanpa menyalakan Lampu utama pada siang hari Psl 293 ayat (2) jo psl 107 (2).
Denda Rp 100.000
b. Helm Standart
Tidak menggunakan helm standar Nasional Indonesia Pasal 291 ayat (1) jo Psl.106 ayat (8)
Denda Rp 250.000
c. Helm Penumpang
Membiarkan Penumpangnya Tidak mengenakan Helm Pasal 291 ayat (2) jo Psl 106 ayat (8)
Dendan Rp 250.000
d. Muatan
Tanpa Kereta samping mengangkut penumpang lebih dari 1 orang Psl 292 jo psl 106 ayat (9)
Denda Rp 250.000

e. Persyaratan Teknis dan laik jalan
Tdk Memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, meliputi : kaca spion, klakson, ampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, atau alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban.
Psl 285 ayat (1) jo pasal 106 ayat (3), dan Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3)
Denda Rp 250.000

Pengendara Kendaraan tidak bermotor Dengan sengaja :
– Berpegangan pada kendaraan bermotor untuk ditarik,
– Menarik benda – benda yang dapat membahayakan
pengguna jalan lain, dan / atau
– Menggunakan jalur jalan Kendaraan Bermotor.
Sedangkan telah disediakan jalur jalan khusus bagi
kendaraan tidak bermotor.
Pasal 299 jo 122 hrf (a,b dan c)
Denda Rp100.000

Salam Bikers,
APBS Team
apbs_solid@yahoo.co.id
https://apbssolid.wordpress.com/
~Berkendaralahdengansopan,makaandaakandihargai~

UU No. 22 THN 2009

•November 12, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

UU No. 22 THN 2009

1. Setiap Orang
Mengakibatkan gangguan pada : fungsi rambu lalu lintas, Marka Jalan, Alat pemberi isyarat lalu lintas fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan.
Pasal 275 ayat (1) jo pasal 28 ayat (2)
Denda : Rp 250.000

2. Setiap Pengguna Jalan
Tidak mematui perintah yang diberikan petugas Polri sebagaimana dimaksud dalam pasal 104 ayat ( 3 ), yaitu dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas wajib untuk : Berhenti, jalan terus, mempercepat, memperlambat, dan / atau mengalihkan arus kendaraan.
Pasal 282 jo Pasal 104 ayat (3)
Denda : Rp 250.000

3. SETIAP PENGEMUDI ( PENGEMUDI SEMUA JENIS RANMOR ).
a. Tidak bawa SIM
Tidak dapat menunjukkan Surat Ijin Mengemudi yang Sah
Pasal 288 ayat (2) jo Pasal 106 ayat (5) hrf b.
Denda : Rp 250.000

b. Tidak memiliki SIM
Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan,tidak memiliki Surat Izin Mengemudi
Pasal 281 jo Pasal 77 ayat (1)
Denda : Rp 1.000.000

c. STNK / STCK tidak Sah
Kendaraan Bermotor tidak dilengkapi dengan STNK atau STCK yang ditetapka oleh Polri.
Psl 288 ayat (1) jo Psl 106 ayat (5) huruf a.
Denda : Rp 500.000

d. TNKB tidak Sah
Kendaraan Bermotor tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Polri.
Pasal 280 jo pasal 68 ayat (1)
Denda : Rp 500.000

e. Perlengkapan yg dpt membahayakan keselamatan.
Kendaraan bermotor dijalan dipasangi perlengkapan yang dapat menganggu keselamatan berlalu lintas antara lain ; Bumper tanduk dan lampu menyilaukan.
Pasal 279 jo Pasal 58
Denda : Rp 500.000

f. Sabuk Keselamatan
Tidak mengenakan Sabuk Keselamatan
Psl 289 jo Psl 106 Ayat (6)
Denda : Rp 250.000

g. lampu utama malam hari
Tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu.
Pasal 293 ayat (1)jo pasal 107 ayat (1)
Denda : rp 250.000

h. Cara penggandengan dan penempelan dgn kendaraan lain
Melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain Pasal 287 ayat (6) jo pasal 106 (4) hrf h
Denda : Rp 250.000

i. Ranmor Tanpa Rumah-rumah
Selain Spd Motor Mengemudikan Kendaraan yang tidak dilengkapi dengan rumah –rumah, tidak mengenakan sabuk keselamatan dan tidak mengenakan Helm.
Pasal 290 jo Pasal 106 (7).
Denda : Rp 250.000

j. Gerakan lalu lintas
Melanggar aturan gerakan lalu litas atau tata cara berhenti dan parkir
Pasal 287 ayat (3) jo Pasal 106 ayat (4) e
Denda : Rp 250.000

k. Kecepatan Maksimum dan minimum
Melanggar aturan Batas Kecepatan paling Tinggi atau Paling Rendah
Psl 287 ayat(5) jo Psl 106 ayat (4) hrf (g) atau psl 115 hrf (a)
Denda : Rp 500.000

l. Membelok atau berbalik arah
Tidak memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan saat akan membelok atau berbalik arah. Pasal 294 jo pasal 112 (1).
Denda : Rp 250.000

m. Berpindah lajur atau bergerak ke samping
Tidak memberikan isyarat saat akan berpindah lajur atau bergerak kesamping.
Pasal 295 jo pasal 112 ayat (2)
Denda : Rp 250.000

n. Melanggar Rambu atau
Marka Melanggar aturan Perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu lalu lintas atau Marka
Psl 287 ayat(1) jo psl 106(4) hrf (a) dan Psl 106 ayat(4) hrf (b)
Denda : Rp 500.000

o.Melanggar Apill ( TL )
Melanggar aturan Perintah atau larangan yang dinyatakan dgn alat pemberi isyarat Lalu Lintas. Psl 287 ayat (2) jo psl 106(4) hrf (c)
Denda : Rp 500.000

p.Mengemudi tidak Wajar
– Melakukan kegiatan lain saat mengemudi
-Dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan
Pasal 283 jo pasal 106 (1).
Denda : Rp 750.000

q.Diperlintasan Kereta Api
Mengemudikan Kendaran bermotor pada perlintasan antara Kereta Api dan Jalan, tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, Palang Pintu Kereta Api sudah mulai ditutup, dan / atau ada isyarat lain.
Pasal 296 jo pasal 114 hrf (a)
Denda : Rp 750.000

r. Berhenti dalam Keadaan darurat.
Tidak Memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan Bahaya atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat dijalan.
Pasal 298 jo psl 121 ayat (1)
Denda : Rp 500.000

s. Hak utama Kendaraan tertentu
Tidak memberi Prioritas jalan bagi kend bermotor memiliki hak utama yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar dan / atau yang dikawal oleh petugas Polri.
a. Kend Pemadam Kebakaran yg sdg melaks tugas
b. Ambulan yang mengangkut orang sakit ;
c.Kend untuk memberikan pertolongan pd kecelakaan
Lalu lintas;
d. Kendaraan Pimpinan Lembaga Negara Republik
Indonesia;
e. Kend Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga
internasional yg menjadi tamu Negara;
f. Iring – iringan Pengantar Jenazah; dan
g. Konvoi dan / atau kend utk kepentingan tertentu menurut
pertimbangan petugas Kepolisian RI.
Pasal 287 ayat (4) jo Pasal 59 dan pasal 106 (4) huruf (f) jo Pasal 134 dan pasal 135.
Denda : Rp 250.000

t. Hak pejalan kaki atau Pesepeda
Tidak mengutamakan pejalan kaki atau pesepeda
Pasal 284 jo 106 ayat (2).
Denda : Rp 500.000

Salam Bikers,
APBS Team
apbs_solid@yahoo.co.id
https://apbssolid.wordpress.com/
~Berkendaralahdengansopan,makaandaakandihargai~

EMISI dan BAKUMUTU UDARA (debu | karbon monoksida)

•November 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

PARTICULATE MATTER – PM (DEBU PARTIKULAT)

1.Apakah PM ?
a.Partikel halus di udara dengan beragam ukuran dan kandungan zat kimia
b.Ada yang bisa dilihat dengan mata biasa dalam bentuk asap, debu atau jelaga, ada yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop listrik
c.Dapat berupa aerosol asam, sulfat, nitrat, logam transisi, jelaga, kandungan mineral, silica, debu, dll
d.Dapat menempuh jarak jauh dan menumpuk di tanah atau dalam air

2.Sumber PM ?
a.Sumber diam seperti industri, konstruksi, jalan tanpa aspal, dll
b.Sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor terutama yang bermesin diesel. enyebabnya adalah kandungan sulfur dalam BBM yang cukup tinggi serta kurang terpeliharanya mesin kendaraan yang mengakibatkan BBM tidak terbakar sempurna
c.PM dapat dihasilkan langsung dari sumbernya atau akibat reaksi kimia beberapa senyawa antara lain sulphur dioksida dan nitrogen oksida

3.Mengapa PM Menjadi Masalah ?
PM di udara dapat mengganggu kesehatan manusia dan jarak pandang serta menimbulkan kerusakan materi

Akibat buruk terutama diderita oleh kelompok masyarakat sensitif seperti :
a.Kelompok penderita gangguan pernafasan dan paru-paru (pneumonia, asthma) serta penderita gangguan jantung
b.Kelompok lanjut usia dan anak-anak

Dampak PM pada kesehatan :
a.Meningkatnya kematian dini
b.Meningkatnya penderita gangguan jantung
c.Meningkatnya gangguan pada sistem pernafasan, perubahan jaringan halus dan struktur paru-paru, menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi sistem pernafasan
d.Studi USEPA (United State Environmental Protection Agency) menyimpulkan bahwa partikel halus yang dihasilkan mesin diesel berpotensi mengakibatkan kanker

4.Bagaimana Prosesnya Pada Tubuh ?
Partikulat debu dapat melayang-layang di udara dalam waktu yang relatif lama dan masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernafasan. PM dengan ukuran sangat halus (< 2,5 mikron) dapat menembus jaringan paru-paru dan masuk ke dalam aliran darah

5.Pencegahan
a.Menggunakan bahan bakar ramah lingkungan (solar rendah sulfur, bensin tanpa timbal, bahan bakar gas, biodiesel, dll)
b.Merawat mesin kendaraan secara teratur
c.Memasang filter pada sistem pembuangan gas

Salam Bikers,
APBS Team
apbs_solid@yahoo.co.id
https://apbssolid.wordpress.com/
~Berkendaralah dengansopan,makaandaakandihargai~

Th 2009 Kecelakaan di Jakarta Per Bulan Telan Lebih dari 95 Korban Jiwa

•November 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kecelakaan yang merengut korban jiwa di Jakarta semakin tinggi ,sepanjang tahun 2009 kurang lebih puluhan hingga ratusan jiwa meninggal setiap bulannya .Hal ini disebabkan rendahnya kepatuhan dari pengguna jalan di Jakarta tentang berlalu lintas yang baik dan benar .

“Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas di Jakarta bisa mencapai 95-103 orang .Belum pernah dibawah 80 orang perbulannya ,”ujar Dirlantas dalam sambutannya di acara sosialisasi UU No 22 Th 2009 kepada 100 Orang dari Forum Persatuan Nasional (FPN ) Pimpinan Kh Agus Miftah , di aula TMC Jalan Gatot Subroto, Jakarta,Minggu (08/11/2009).

Untuk itu perlu adanya kesaradaran yang tinggi dari masyarakat pengguna jalan terhadap peraturan –peraturan yang ada di jalan raya .”Jangan ada lagi motor masuk ke trotoar atau naik ke jembatan penyeberangan ,”ujar Dirlantas .

Dirlantas dalam acara ini juga akan mengajak kepada peserta sosialisasi ke ITC Cempaka Mas untuk melakukan pratek Safety riding .”Disana akan diberikan pemahaman dan praktek langsung tentang berlalu lintas yang baik dan benar “ujarnya .

Dan demi lebih menyadarkan para pengguna jalan raya akan pentingnya keselamatan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, jajaran Polda Metro Jaya, menurut dia, akan mengajak anggota kompenan masyarakat seperti FPN ini untuk ikut serta bila ada kegiatan Lalu lintas Polda .”Seperti penyebaran Plamfet atau hal lainnya ,”tutur Dirlantas. (tmc/erw).

Salam Bikers,
APBS Team
apbs_solid@yahoo.co.id
https://apbssolid.wordpress.com/
~Berkendaralahdengansopan,makaandaakandihargai~

Pengguna Sirine Dan Lampu Rotator

•November 4, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pengguna Sirine Dan Lampu Rotator

Belakangan ini banyak kita lihat di jalanan baik mobil maupun sepeda motor menggunakan sirine atau lampu rotator. Padahal tidak semua kendaraan bisa menggunakan lampu rotator, bahkan bila tidak sesuai bisa ditindak oleh polisi karena melanggar undang-undang.

Mengacu pada UU Nomor 14 Tahun 1992 dan Pasal 72 PP Nomor 43 Tahun 1993, tentang Prasarana dan Lalu Lintas, bahwa isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa sirene hanya dapat digunakan oleh:
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas termasuk kendaraan yang diperbantukan untuk keperluan pemadam kebakaran.
b. Ambulans yang sedang mengangkut orang sakit.
c. Kendaraan jenazah yang sedang megangkut jenazah.
d. Kendaraan petugas penegak hukum tertentu yang sedang melaksanakan tugas.
e. Kendaraan petugas pengawal kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara.

Sedangkan di PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1993 TENTANG KENDARAAN DAN PENGEMUDI, Pasal 66 disebutkan:
Lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. Petugas penegak hukum tertentu.
b. Dinas pemadam kebakaran.
c. Penangulangan bencana.
d. Ambulans.
e. Unit palang merah.
f. Mobil jenazah.

Dan Pasal 67, disebutkan : Lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. Untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum.
b. Untuk menderek kendaraan.
c. Untuk pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat.
d. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan di jalan.
e. Milik instansi pemerintah yang dipergunakan rangka keamanan barang yang diangkut.
Bagi pemilik kendaraan pribadi dilarang membunyikan sirine dan memasang lampu rotator jika tidak termasuk dari golongan tersebut di atas

Belok kiri langsung kini dilarang

•Oktober 23, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bro & Sis,

Sekarang pengendara harus lebih berhati-hati dan waspada dengan rambu-rambu lalulintas. Pasalnya UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,mengatakan pengguna kendaraan yang langsung belok kiri di persimpangan jalan akan didenda Rp250 ribu. UU tersebut efektif berlaku mulai tgl. 22 Okt 2009 dan berlaku untuk semua jenis kendaraan.
UU Lalu Lintas baru yang melarang belok kiri langsung dinilai akan menuai masalah. Jika tidak secepatnya dilakukan sosialisasi, pemerintah sama saja menjebak.
Peraturan baru yang melarang belok kiri boleh langsung masih membuat bingung pengguna jalan. Perlu sosialisasi sekitar satu tahun untuk membiasakan aturan baru tersebut. Rambu larangan itu juga dibuat mencolok.
Yang jelas, efektif tidaknya larangan belok kiri langsung untuk menciptakan ketertiban berlalu lintas sangat tergantung pada kepatuhan masyarakat.

Salam Bikers,
APBS Team
apbs_solid@yahoo.co.id
https://apbssolid.wordpress.com/
~Berkendaralahdengansopan,makaandaakandihargai~